5 Tips Memilih Perguruan Tinggi Setelah Lulus SMA

Halo halo. Kamu galau ingin kuliah di mana dan ambili jurusan apa? Jika benar-benar galau, kalian berada di tempat yang tepat, karena artikel ini ditulis untuk kalian yang sedang galau itu. Hehehe

Sebelum lanjut, Pak Dosen ingin menjelaskan sedikit ya tentang dunia kampus.

Jadi begini, kampus itu tempat belajar ya. Bukan tempat pelampiasan. Soalnya masih banyak mahasiswa-mahasiwa yang setelah masuk kuliah merasa salah jurusan, sebab hanya menuruti tuntutan orang tua misalnya.

Karena kampus ini adalah tempat belajar, jadi jangan salahkan kampus jika nanti kalian sudah lulus kok ternyata tidak mendapatkan pekerjaan yang layak.

Kan tadi niatnya belajar, bukan niat agar mendapatkan pekerjaan yang layak, atau katakan saja minimal UMK atau lebih tinggi lah. Hehehe.

Ini penting diluruskan, ya. Niatnya, niatnya niatnya. Belajar. titik. Hihihi

Oke kita mulai ya, inilah 9 tips memilih perguruan tinggi atau kampus ketika sudah lulus SMA/sederajat.

  1. Tentukan Kota Yang Kamu Pilih

Ketahuilah, Anak Muda. Di Indonesia ada 4.600 perguruan tinggi yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia, ini berdasarkan laporan forlap PD-DIKTI tahun 2020.

Sekurang-kurangnya, 3500 sekolah tinggi, 250 institut, 600an Universitas, 900 akademi, 300 politeknik, dan terakhir 38 akademi komunitas.

Banyak kan? Kamu tidak mungkin dong memilih satu-satu melihat potensi-potensi, apalagi membandingkan ribuan dari itu.

Solusinya adalah, tentukan dulu kota mana yang ingin kamu habiskan waktunya selama lebih kurang 4 tahun itu.

Bisa mulai dari kota-kota besar yang terkenal kampus-kampus menterengnya seperti Yogyakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Jakarta, Bandung dan lain-lain.

Atau juga banyak di luar Pulau Jawa yang tak kalah kerennya.

  1. Pilih Jurusan Yang Diminati

Jurusan ini yang paling membingungkan, sebab apa? Karena kita disuguhi lebih dari 250 jurusan yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia Raya.

Mudahnya begini saja, daripada kamu bingung.

Jangan hanya berpatokan pada jurusan ketika kamu duduk di bangku SMA. Pikirkan juga minat dan bakat kamu.

Memangnya minat itu gimana sih? Mudahnya, aktifitas yang rela kamu lakukan selama lebih kurang 5 jam dalam sehari, dan kamu merasa santai dan seneng dengan hal itu.

Masih bingung?

Aktifitas yang membuatmu merasa bahagia dan tidak menyesal setelah 3 tahun lamanya kamu melakukannya atau menekuninya.

Gitu kira-kira. Kalau masih bingung, silahkan hubungi dokter. Haha

Inilah yang disebut passion.

Jurusan yang kamu berhasil lulus di SMA itu tidak menjamin kok. Kecuali, kalau memang sudah nyaman dengan jurusan itu dan menganggap itu adalah minat kamu, ya tinggal lanjut saja. Malah lebih mudah.

Saya sering menjumpai mahasiswa yang kuliah tidak sesuai dengan jurusan ketika sekolah. Misalnya, jurusan tata boga ketika sekolah, saat kuliah ambil jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir.

Waw banget kan?

Apakah bisa mengikuti?

Jangan khawatir, kuliah itu mudah kok. Bisa mengikuti dan cepat menyesuaikan, apalagi kamu udah gede kan? Udah calon mahasiswa.

Makanya itu, intinya adalah pada minat. Kalau orang minat, pasti mau melakukan apa saja dan berani berjuang untuk bisa.

Lah kalau dituntut orang tua?

Wah itu beda lagi. Saya nggak bisa ngasih solusi selain …

Selain nurut. Wkwkwk. Kan yang biayain orang tua.

  1. Saring Perguruan Tinggi di Kota Itu

Setelah dua hal di atas selesai, kini saatnya menyaring terlebih dahulu kira-kira perguruan tinggi mana yang ada di kota tersebut, yang di dalamnya ada jurusan yang dituju.

Menyaring ini bukan perkara sepele ya. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tapi bukan juga perkara yang sulit.

Kini dunia internet sudah menjamur, dan semua perguruan tinggi saya kira ada website yang bisa dikunjungi, karena ini menjadi salah satu standard akreditasi di sebuah perguruan tinggi.

Silahkan diobok-obok saja semua informasinya. Jika kurang puas bisa melacak di media sosial perguruan tinggi yang dituju.

Kalau tidak ada website dan informasi yang bisa diakses lewat internet, saya sarankan tidak perlu coba-coba deh. Hehe

Website dan media sosial menjadi perkara penting, karena biasanya di sana ada informasi yang lengkap tentang biaya, sistem perkuliahan, lingkungan akademik, kegiatan-kegiatannya dan lain sebagainya.

“Etapi kan yang saya tuju kampus terkemuka di kota tersebut, bahkan secara nasional sudah diakui nama dan kebesarannya”

Ya makanya itu, jangan tergesa-gesa. Perguruan tinggi ternama tidak lepas juga kok dari kekurangan, bahkan terkadang kampus-kampus kecil dan swasta lebih baik secara standar mutu dan kwalitas lulusannya.

Kalau bisa dan lebih jelasnya, tanyalah kakak-kakak angkatan yang sudah kuliah di kampus yang kamu impikan, ini penting lho.

Apalagi kalau kamu niat merantau. Wah, tantangan yang berat jika tidak ada teman satu almamater atau saudara yang bisa ditanya-tanya tentang kampus yang kamu inginkan.

Dalam penyaringan ini, tentukan maksimal 3 kampus yang ingin kamu tuju. Jangan lebih, sebab pedomannya adalah semakin banyak pilihan semakin binung. Hahaha

Jangan terlalu banyak pilihan. Sukur-sukur dua, atau malah langsung satu kampus saja. Tapi sabar dulu.

Setelah 3 itu lalu gimana?

Nah ini selanjutnya…

  1. Sesuaikan Dana Yang Kamu Miliki

Ya, maksudnya dana orang tua kamu. Jangan sampai kuliah ini akan memberatkan orang tua kamu, bahkan orang tua kamu. Karena ini kuliah termasuk lama ya, 4 tahun lho. Itu kalau tepat waktu. Kalau molor…

Ya meskipun ada yang tidak sampai 4 tahun siih.

Jika kamu sudah menyaring perguruan tinggi di atas, coba cek lagi dan dibuat perkiraan. Kira-kira yang sesuai dengan bajet dana dari orang tua itu mana kampus yang sesuai?

Misalnya begini ya…

  1. Biaya Pendaftaran
  2. Biaya registrasi
  3. Sumbangan Pendidikan
  4. Sumbangan Pembangunan
  5. SPP
  6. Biaya per sks

Jika semua itu bisa disanggupi oleh kamu, maka gas saja masuk. Tapi jika diperkirakan tidak bisa, maka lebih baik cari cara lain, seperti sumbangan beasiswa, biasanya perdaerah ada beasiswa untuk mahasiswa baru.

Realistis saja lah. Jangan sampai kuliah itu menjadi beban berat orang tua, hanya karena menuruti keinginanmu saja. Lagian kuliah juga tidak menjamin kesuksesan kok. Eh…

Sistem negara kita emang lucu kok, sekolah mahal-mahal tapi setelah lulus dan mendapat pekerjaan, e ternyata gajinya segitu-gitu aja. Apalagi kalau guru dan dosen. Halah…

  1. Konsultasi Dengan Orang Terdekat

Segala sesuatu itu, jika kamu merasa kebingungan dan kesulitan, tanya sama orang, jangan sama internet. Hehe

Pertimbangkan secara matang segala sesuatunya. Kepada siapa?

Saya sarankan yang paling berhak adalah orang tua kita, jangan pacar. Karena orang tua tidak ada istilah mantan, kalau pacar? Halah paling nanti juga jadi mantan kan?

Orang tua. Betul ini orang tua adalah tempat paling nyaman untuk diajak konsultasi.

Lah gimana kalau punya masalah dengan orang tua? Tidak bisa komunikasi dengan baik. Ya anggota keluarga, bisa kakak, tante, paman dan lain-lain pokoknya yang punya hubungan dekat secara kekerabatan.

Kalau tidak punya gimana?

Sahabat. Tapi yang betul-betul sahabat. Kategorinya gimana? … gampang

Sahabat yang baik itu, namamu ikut baik jika namanya disebut. Kalau dikenal bersahabat dengan orang lain, kok namamu ikutan buruk, maka itu namanya teman yang buruk.

Simpel kan?

Lalu apa yang bisa dikonsultasikan?

Ya semua kondisi yang kamu alami selama memilih-milih kampus. Sering kali orang lain punya sudut pandangn yang lebih dari satu, nah sudut pandang yang lain itulah yang bisa kamu pertimbangkan kembali.

Tidak semua harus diikuti, andai saja ada hal-hal yang luput dari pikiran kita, makanya konsultasikan itu semua dengan orang yang lebih bijaksana.

Sebab kata pepatah, bijaksana itu memikirkan sesuatu yang luput dari pikiran orang lain.

Udah, segitu aja ya tips-tipsnya untuk memilih perguruan tinggi. Jangan galau, santai saja.

Selamat memilih dan semoga tidak tersesat di kampus yang tidak sesuai dengan minat kamu.

Tinggalkan Balasan