7 Tips Memilih Perguruan Tinggi Swasta (PTS)

Memilih perguruan tinggi secara umum sudah Pak Dosen tulis di artikel sebelumnya berjudul 5 Tips Memilih Perguruan Tinggi Setelah Lulus SMA. Nah kali ini membahas tentang 7 tips memilih perguruan tinggi swasta (PTS)

Tapi, ada baiknya, agar tidak sepotong-potong memahaminya, ada baiknya dibacar terlebih dahulu. Hehe…

Diharapkan tulisan ini juga bisa menjadi pembanding untuk kalian semua.

Hal utama yang harus kalian ketahui tentang Perguruan Tinggi Swasta adalah, tentang peringkatnya. Survey terakhir Kemenristek Dikti tahun 2019 memuat tenang ranking perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia.

Survey di atas masih secara umum, yakni hanya berbasis pada nilai indikator out put dan out come yang meliputi kinerja, proses, kinerja output, dan kinerja outcome.

Jadi persoalan spesifikasi keilmuan dan orisinalitas masing-masing perguruan tinggi, tidak dinilai secara lebih spesifik.

Ada 17 Perguruan Tinggi Swasta yang dinilai terbaik di Indonesia, padahal kalian tahu berapa jumlah perguruan tinggi Swasta di Indonesia?

Jumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menurut survey Kementistek Dikti itu ada kisaran 3.160 Perguruan Tinggi.

Banyak kan? Lantas, apakah selain dari 17 Kampus yang dinilai terbaik itu menjadi tidak baik dan tidak layak?

Tentu tidak. Jadi santai saja, terkait peringkat jangan terlalu menjadi beban, saya aja mengajar di Perguruan Tinggi Swasta yang entah ranking berapa menurut Kemenristek Dikti. Hehe

Oleh karenanya, inilah 7 tips memilih Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sependek pengalaman saya tentang PTS. Hihi

Pertama, Jangan Terlalu Percaya dengan Peringkat

Soal peringkat, ya sebenarnya ini tidak pentiing-penting banget sih. Kenapa? Biasanya kampus itu punya karakteristik sendiri, semacam ciri khas yang ditonjolkan.

Bisa jadi, ranking kampus yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey itu ya punya kategori-kategori dan variabel tersendiri.

Bingung ya?

Misalnya, kampus A punya reputasi bagus di bidang pelayanan, katakanlah nilainya 90. Kampus B punya reputasi bagus di bidang kegiatan akademik kampus.

Kalau lembaga survei menaruh variabel kegiatan akademik kampus, maka otomatis kampus B lah yang punya rangking di atas kampus A.

Paham, kan?

Nah, oleh karena itu kalau kamu melihat ranking di sebuah lembaga survey, lihat dulu apa variabelnya. Saya sering melihat kok beberapa kampus swasta (PTS) itu punya kredibilitas dan ciri khas tersendiri, dan ternyata bagus, baik dari sisi pengelolaannya dan mahasiswanya.

Baik itu di bidang mata kuliah, maupun aktifitas kegiatan akademiknya. Bahkan, ada kampus-kampus yang memang sengaja membrendingnya dengan karakteristik-karakteristik seperti yang diharapkan itu.

Sekali lagi, setiap kampus punya karakteristik yang ditonjolkan.

Kedua, Akreditasi Kampus

Nah, ini penting banget. Akreditasi kampus. Tapi sebelum ke sana, harus diketahui dulu ya. Akreditasi kampus itu berbeda dengan akreditasi jurusan/prodi.

Bisa jadi, prodinya mendapatkan akreditasi B bahkan A, tapi kampusnya terakreditasi C. Jangan terkecoh ya. Karena sistem perguruan tinggi itu semi independen dengan jurusan-jurusan yang ada di dalamnya.

Bahkan ada yang mutlak dengan sistem otonomi.

Meskipun ini penting, tapi jangan dijadikan sebagai satu-satunya pertimbangan, kecuali kalau kalian kuliah orientasinya pekerjaan, bisa jadi akreditasi ini menjadi perkara yang tidak bisa ditawar lagi oleh pihak perusahaan.

Kenapa demikian?

Sebab, persoalan akreditasi itu njelimet dan sangat-sangat teknis. Beberapa kampus swasta saya lihat maju dan banyak mahasiswanya. Beberapa dosennya saya kenal, dan bagus memang dalam hal pengajarannya.

Tapi nilai akreditasinya C. Kok bisa? Karena pengelolanya tidak memahami secara teknis tentang seluk-beluk akreditasi. Jadi, di lapangan sangat bagus, tapi di sisi laporan teknis ke BAN-PT ternyata jelek. Alhasil kampusnya terakreditasi C.

Jadi paham, kan? Akreditasi itu cuma sertifikat.

Ketiga, Keberhasilan Alumninya

Kalau kampus Negeri sih alumninya sudah di mana-mana, tapi kalau kampus swasta, biasanya masih banyak yang tidak dikenal.

Dari mana kita tahu tentang alumni di sebuah kampus swasta?

Pertama, bisa melihat brosur. Biasanya kampus swasta memberikan space untuk informasi alumni-alumninya. Kedua, bisa melihat di website kampus.

Ketiga, cari aja di media sosial dengan kata kunci Alumni (ketika nama Kampus), biasanya alumni mempunya organisasinya dan punya kegiatan-kegiatan yang bersifat guyub.

Setelah itu coba cocokkan dengan minat kamu, seberapa besar sih kemungkinan minat kamu bisa terakomodir degan melihat beberapa alumni di sebuah kampus swasta.

Keempat, Biaya Kuliah

Nah ini, yang paling penting dan krusial. Hehehe.

Kalian pasti sering dengar ya, “Ah, kampus swasta mahal-mahal”

Betul itu. Memang mahal-mahal. Sebab kalau murah nanti dikira abal-abal kan malah nyesek. Huhuhu

Biasanya biayanya di atas kampus Negeri. Meskipun sekarang kampus Negeri kebanyakan memakai sistem UKT, namun dilihat dari standar biayanya tergolong lebih murah dari swasta.

Kenapa?

Sebab kalau negeri itu sudah ada subsidi dari pemerintah, sedangkan swasta harus memutar cara bagiamana agar sistem pendidikan berjalan lancar, ya jalan yang paling lazim adalah dengan menaikkan uang pendidikan.

Kelima, Lokasi Kampus

Lokasi kampus ini menjadi perihal yang penting juga dipertimbangkan, sebab lokasi atau lingkungan juga salah satu variabel besar dalam menentukan kesuksesan seseorang.

Ada kampus swasta yang dekat dengan perkotaan, ada juga yang masuk ke pedesaan. Nah kira-kira kamu cocok yang mana.

Keenam, Usia Kampus

Banyak kampus-kampus yang gulung tikar, utamanya di daerah Jawa Timur dan Jakarta sekitarnya, konon di tahun 2017 tidak kurang dari 200-an kampus ditutup.

Kalau bisa, cari kampus-kampus yang usianya sudah 5 tahun lebih. Karena dengan ini, kita bisa melacak alumninya.

Ketujuh, Fasilitas Kampus

Masih berkaitan dengan poin ke enam, fasilitas kampus ini menjadi faktor yang paling krusial dalam dunia pendidikan. Sebab-sebab kampus ditutup biasanya tidak punya gedung sendiri, membuka kelas non reguler di berbagai tempat, dan tentunya fasilitasnya minim.

Karenanya, harus selektif dalam melihat kondisi kampus. Minimal kampus itu mempunyai gedung yang di dalamnya terdapat ruang kelas, perpustakaan dan kantor untuk mengurus administrasi dan manajemen.

Nah, itulah tips-tips untuk memilih kampus swasta. Semoga tidak salah pilih ya…

Tinggalkan Balasan