Tradisi Memberi Hadiah Kepada Dosen Pembimbing

Ehem ehem…

Kali ini Pak Dosen akan membahas tentang memberikan hadiah kepada dosen pembimbing apakah termasuk gratifikasi atau tidak? Hmmm…

Sebelum memulai pada pembahasan, saya mau cerita dulu nih tentang pengalaman saya berhubungan dengan dosen pembimbing.

(Selanjutnya Dosbing, ada yang memberi akronim Dospem)

Begini, Manteman. Saya kuliah di kampus swasta ketika S1 yang berada di bawah naungan yayasan, pasca sidang skripsi dan sebelum-sebelum sidang saya tidak pernah memberi apapun kepada Dosbing.

Ketika bimbingan pun tidak pernah saya melakukannya.

Sebab tidak ada tradisi memberi hadiah kepada bliyo-bliyo itu.

Namun ketika ujian sidang tesis di kampus yang lain, saya kaget ketika ada uang khusus untuk membeli semacam makanan kepada dosen penguji dan pembimbing.

Waktu itu biaya sidang tesis 850.000 ditambah uang konsumsi 250.000 jadi saya bayar 1.100.000

Kata TU nya, itu uang untuk beli konsumsi ketika sidang, dua dosen penguji, ketua dan sekretaris sidang, dan satu lagi untuk saya.

Setelah sidang selesai, saya lihat-lihat tidak ada snack dan makanan yang disuguhkan.

Setelah kejadian itu, saya cek ke beberapa teman dan mahasiswa yang lain, apakah ada kebijakan seperti itu?

Mereka berbeda-beda, ada yang ditarik untuk beli makanan ada yang tidak. Tapi mayoritas ditarik uang konsumsi di acara sidang tersebut.

Mungkin apesnya saya aja pada waktu itu.

Padahal di kampus ini statusnya Negeri lho. Mayoritas dosen-dosennya adalah PNS.

Setelah saya menjadi dosen di perguruan tinggi swasta (PTS) saya melihat juga beberapa mahasiswa yang memberikan kenang-kenangan kepada Dosbing …

… baik itu pernak-pernik maupun makanan.

Tidak jarang juga, ada beberapa dosen yang sengaja ngasih kode-kode kepada mahasiswanya. Ups…

Saya sempat gugling tentang kenang-kenangan untuk Dosbing, ternyata banyak juga opsi-opsinya, bisa dilihat di situs hipwe, idntimes, dan bp guide.

Kesimpulan sederhana saya, o berarti memang kebanyakan ada semacam pemberian kepada Dosbing, entah ini disadari oleh mahasiswa sebagai rasa terima kasih …

… atau memang sudah menjadi kultur di perguruan tinggi.

Memberi Dosen Pembimbing Termasuk Gratifikasi atau Tidak?

Jawaban sederhananya, secara hukum iya, itu termasuk gratifikasi. Kalau kalian sempat googling, ada beberapa berita yang menjelaskan tentang hal tersebut.

Sebagaimana yang dijelaskan KPK di UIN Syarif Hidayatullah, selain itu menurut Dosen etika dan hukum kesehatan, segala bentuk hadiah-hadiah dari mahasiswa adalah bentuk gratifikasi.

Hal ini, disebabkan dosen sudah mendapatkan haknya dengan memeroleh gaji dari pemerintah.

Bahkan, Kemenristek dikti dalam hal ini sampai mengeluarkan surat edaran Nomor 108/B/SE/2017 tanggal 23 Februari tahun 2017 yang menyebutkan

Bahwa untuk menjaga integritas hubungan pedagogis antara dosen dan mahasiswa, serta integritas proses akademik, dosen dilarang menerima dan atau meminta hadiah atau pemberian apapun dari mahasiswa atau siapapun yang berhubungan dengan tugasnya sebagai dosen

Sebaiknya Gimana Dong?

Kalau soal baik tidaknya, ya jelas lebih baik tidak perlu. Sebab biasanya dosen pembimbing dan penguji sudah mendapatkan jatah dari Kampus.

Memangnya berapa sih honor pembimbing skripsi di kampus? Hmm.. Beda-beda, tapi selisihnya lumayan. Hehehe

Inilah perbedaan honor dosen pembimbing skripsi antara di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Apalagi kalau dosen PNS dan Swasta ya, itu beda jauh banget nget nget…

Sejujurnya, saya pernah mendapatkan gratifikasi itu berupa sarung dari salah satu mahasiswa beberapa hari setelah hasil sidang diumumkan. Sekali itu aja.

Selanjutnya saya tidak mau menerimanya lagi. Hehehe.

Di kampus tempat saya mengajar, tidak ada sebenarnya tradisi memberi hadiah kepada pembimbing, tapi saya lihat-lihat akhir-akhir ini sudah mulai bermunculan.

Sebaiknya saya cegah aja, ya minimal mulai dari saya sendiri, dan mengingatkan kepada mahasiswa untuk tidak memberikan hadiah kepada dosen pembimbing.

Yang punya pengalaman tentang ngasih hadiah ke Dosbing bisa cerita dong di kolom komentar. Hehe

Tinggalkan Balasan