Tips Lengkap Mengikuti KKN

Halo, sahabat dosenesia. Hehehe. Kali ini Pak Dosen akan memberikan tips tentang KKN lho… Tips lengkap mengikuti KKN ini merupakan salah satu cara untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa KKN itu tidak sekedar ngecat gapura dan buat plang-plang jalan aja. Hehehe

Sebagian orang diplesetkan jadi Kisah Kasih Nyata. Pasalnya, banyak nanti yang akan ada drama cinlok-cinlokan. Hihihi.

Yang jelas, jangan coba-coba ya untuk meniru KKN di desa Penari yang piral itu. Ekekek

Oke langsung aja deh. Kini Pak Dosen mau bagi-bagi tips mengenai apa saja yang harus dilakukan mulai A sampai Z terkait KKN.

Pertama-tama nih, sebelum masuk ke pembahasan, kalian harus luruskan niat dulu ya, bahwa KKN ini adalah praktik dari semua pengetahuan dan informasi yang kita ketahui ketika di kampus, jadi inilah saatnya untuk terjun ke masyarakat.

Sebab, hidup di masyarakat ini tidak bisa ditentukan dengan kecerdasan, jadi belum tentu kalian yang IPK nya tinggi, bisa sukses untuk mendampingi masyarakat, begitu pula yang IPK rendah.

Apaalagiiii… Hahaha.

Oke apa aja yang harus dilakukan untuk menyiapkan KKN. Cekidot!

Ikuti Pembekalan

Soal ini, kita pokoknya manut aja lah apa kata kampus, mulai dari pendaftaran hingga pembayaran. Ini kebijakan kampus, gak perlu diperdebatkan. Hehe.

Apalagi kalau ini sistemnya sudah online. Wah jangan macem-macem dengan sistem.

Pembekalan ini biasanya kalian akan jenuh sekali, soalnya seharian penuh mulai pagi sampai sore. Pokoknya dibetah-betahin aja deh. Kalian akan diajari bagaimana menyusun program berbasis kebutuhan masyarakat, dan lain-lain.

Meskipun sebenarnya yang menentukan program kita sendiri, tapi ya harus diajari lebih lanjut biar bisa lebih baik.

Sampai di sini klir ya. Intinya ikuti aja prosedur kampus, niscaya kalian selamat.

Kini saatnya kita menuju teknis, apa saja sih yang harus dipersiapkan ketika mau KKN?

Asesment Lapangan

Meninjau lapangan merupakan hal yang paling penting sebelum menyusun program, jangan sampai asal-asalan membuat program tanpa tahu lapangan terlebih dahulu.

Kalau lokasi KKN terjangkau dengan Kampus, ini sangat mudah dilakukan, karena kalian tinggal pergi ke lokasi meninjau secara langsung.

Namun kalau lokasinya jauh sekali, beda kabupaten hingga provinsi, ini yang jadi permasalahan.

Lokasi yang jauh bukan berarti meninjau lapangan bukan hal yang penting, tetap penting ya.

Kalian bisa melakukan peninjauan dengan cara menghubungi warga di sana, atau mencari informasi di lokasi KKN tentang potensi-potensi yang bisa dilakukan di sana.

Lalu apa yang dilakukan dengan peninjauan tersebut?

  1. Pelajari demografi warga, mulai dari jumlah penduduk, kelompok usia, pendidikan, pekerjaan, agama, hingga kasus-kasus kriminal jika ada, bahkan angka perceraian. Hehe.
  2. Karakteristik warga. Karakter di sini artinya tipologi masyarakat. Bagaimana tingkat komunikasi, gotong royong, kerukunan, hingga konflik-konfliknya.
  3. Tempat secara fisik, mulai dari rumah-rumah warga, akses jalan, tempat-tempat umum, bangunan sekolah, tempat ibadah, dan lain-lainnya. Intinya mencoba untuk melihat secara fisik kondisi warga.

Tiga hal di atas harus dikuasai oleh mahasiswa. Caranya bagaimana?

Berkunjung ke Perangkat Desa, mencari data di kelurahan, mengunjungi orang-orang yang berpengaruh di desa tersebut, dan lain-lain. Jika masih buta, saya kasih daftar yang harus disowani (dikunjungi).

  1. Kepala Desa dan Sekretaris
  2. Kepala Dukuh
  3. Tokoh-tokoh agama (Ustaz, pendeta, dan lainnya)
  4. Ketua Pemuda (Karang Taruna)
  5. Ketua PKK
  6. Tokoh-tokoh setempat yang dituakan oleh masyarakat.

Dari beberapa tokoh tersebut, kalian bisa mengajak mereka ngobrol basa-basi, haha-hihi untuk mendekatkan diri secara emosional kepada mereka. Sebab di masyarakat, KKN itu hanya satu intinya, yakni dekat dengan masyarakat.

Hal tersebut dilakukan untuk mendeteksi isu sentral di masyarakat. Dari isu yang didapatkan itulah yang nantinya dijadikan sebagai salah satu pijakan menyusun program kerja KKN.

Perencanaan

Setelah selesai meninjau lapangan dengan data-data yang sudah diperoleh, kini saatnya untuk merencanakan program kerja. Dasarnya apa menentukan program kerja?

  1. Pahami keinginan kampus, mulai dari visi misinya, tujuan-tujuannya dan sesuaikan dengan jurusan yang kalian tempuh.
  2. Sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dari survey lapangan yang sudah dilakukan, tanyakan kepada pihak desa dan warga setempat, apa yang dikehendaki oleh mereka tentang kegiatan KKN yang akan dilakukan.
  3. Sesuaikan dengan kompetensi masing-masing individu. Jangan sampai memaksakan diri yang mengakibatkan kalian merasa sulit sendiri.

Tiga hal di atas cukup sebagai pijakan menyusun perencanaan program kerja KKN.

Perencanaan di sini variabelnya banyak sekali, tidak bisa digeneralisir, jadi tergantung pada individu, kelompok dan masing-masing jurusan.

Jangan terlalu banyak membuat program, sedikit saja yang penting fokus, terukur dan yang lebih penting lagi terlaksana. Tidak mungkin kalian KKN hanya dalam waktu dua bulan bisa melakukan banyak hal di masyarakat.

Implementasi

Setelah selesai menyusun program, kini saatnya mewujudkan program tersebut di lapangan.

Pada dasarnya, Mahasiswa KKN itu cuma membantu kebutuhan masyarakat, karena hanya membantu, jangan sampai mahasiswa itu iuran patungan untuk mendapatkan dana lalu dana tersebut dipakai untuk melaksanakan program kerja.

Jadi bagaimana?

Buatlah kerja sama dengan pihak pemerintah daerah, desa, atau LSM yang sesuai dengan kebutuhan.

Misalnya, punya program tentang pengelolaan sampah, buatlah kerja sama dengan pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk sosialisasi dan pengadaan peralatan pengelolaan sampah.

Satu hal yang jangan sampai ditinggalkan ketika melaksanakan program kerja adalah kerja sama dengan pihak desa dan perangkat-perangkatnya. Jangan sampai berjalan sendiri seolah-olah paling benar dan pintar.

Ini berbahaya. Hehehe. Mintalah bantuan masyarakat, bimbingan masyarakat, pokoknya kerja sama, jangan sampai berjalan sendiri.

Monitoring dan Evaluasi

Tiba saatnya mengukur keberhasilan program kerja yang sudah dilaksanakan. Idealnya, monitoring ini dilakukan setiap akhir kegiatan dan program kerja yang sudah dilaksanakan.

Pahami terlebih dahulu tujuan-tujuan dan indikator keberhasilan yang sudah dibuat ketika merancang program kerja, setelah berjalan barulah kemudian dievaluasi.

Bagaimana cara mengevaluasinya?

Buatlah form tujuan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan yang terakhir adalah pencapaian.

Dengan melakukan monitoring seperti ini, kalian akan dapat melakukan inovasi-inovasi terbaru sekaligus solusi jika terdapat kendalam dalam pelaksanaannya.

Laporan Akhir KKN

Nah kini tahap terakhir, yakni melaporkan pelaksanaan program KKN selama waktu yang ditempuh.

Dalam menyusun laporan ini, usahakan menuliskan secara faktanya saja, jangan dibuat-buat atau direkayasa, sebab segala kegiatan yang ditulis nantinya akan dimintakan bukti-bukti kegiatan tersebut.

Intinya adalah tulis yang kalian kerjakan, dan kerjakan apa yang sudah kamu tulis.

Demikianlah, tips lengkap mengikuti KKN. Jika ada yang mau ditambahkan silahkan tulis di komentar ya.

Tinggalkan Balasan